Senin, 27 Januari 2020

Bagaimana Cara Membedakan Design Thinking dan Design Sprint, Mana yang Tepat untuk Dipilih?

[full-width]
Semenjak industri startup di Indonesia menggeliat banyak para founder mencari cara untuk membangun produknya agar disukai oleh marketnya. Ada banyak cara agar produknya disukai oleh target marketnya. Dua cara diantaranya adalah menggunakan Design Thinking dan Design Sprint. 

Design Thinking adalah sebuah proses inovatif problem-solving yang berfokus pada pengguna atau user. Design Thinking sendiri dipopulerkan oleh David Kelley dan Tim Brown pendiri IDEO – sebuah konsultan desain yang berlatar belakang desain produk berbasis inovasi. Sedangkan Design Sprint adalah sebuah framework untuk tim dengan berbagai jenis ukuran untuk menyelesaikan sebuah masalah dan pengujian ide selama 2-5 hari.

Design Sprint merupakan proses metodologis berdasarkan Design Thinking. Tahu nggak sih perbedaannya seperti apa? Saya akan menggunakan analogi untuk menjelaskan perbedaan Design Thinking dan Design Sprint. Analogi yang saya gunakan adalah analogi dalam pembuatan makanan yang inovatif. Katakanlah 'Burger' merupakan produk inovatif yang akan kita selesaikan.

sumber: google

Jika inovasi merupakan alasan untuk menggunakan pola pikir seperti Design Thinking maka saya akan mendefinisikan lebih lanjut menggunakan analogi makanan agar lebih mudah dipahami. Jadi, Design Thinking merupakan sebuah kelas masak. Disitu kamu akan belajar mengenai filosofi belajar memasak, bagaimana cara kerjanya, apa sih bahan-bahan yang dibutuhkan, bagaimana menyiapkan item yang diperlukan. Jadi sekarang kamu punya 2 kunci utama yaitu inovatif produk (Burger) dan kelas masak.

Disinilah Design Sprint bekerja. Design sprint dalam analogi makanan merupakan sebuah resep. Di dalam resep kamu tahu betul apa yang dibutuhkan, apa saja bahannya, dan kapan waktu untuk melakukannya.

sumber: cookpad 

Mengikuti kelas masak merupakan hal yang keren, tapi tanpa resep. Kamu akan menghabiskan waktu hanya untuk mencari bagaimana membuat burger dengan cita rasa yang unik. Jadi, Design Thinking adalah dasar, filosofi, alat untuk inovasi. Dan layak dilakukan. Tetapi Design Sprint adalah salah satu cara hebat untuk mengeksekusi semuanya secara sistematis. Design Sprint dapat dilakukan di berbagai organisasi atau komunitas. Masih bingung? Coba perhatikan gambar berikut ini.

sumber: Medium

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search